Wednesday, 28 December 2011

13 Tips Menghindarkan Anak Dari Pornografi

Kasus video porno artis sempat mengguncangkan masyarakat. Tak hanya orang dewasa, anak-anak kecil pun kerap mendengar mengenai masalah itu, antara lain lewat tayangan media, teman-teman, atau orang sekitar. Tak heran jika para orangtua merasa khawatir anaknya terekspos materi pornografi yang sudah sangat bebas. Di bawah ini adalah beberapa poin yang bisa Anda terapkan supaya anak terhindar dari pornografi:


1. Tunjukkan wewenang Anda sebagai orangtua.

Lakukan hal ini secara bijaksana dan lembut. Tunjukkan bahwa Anda tetap orangtuanya walau hubungan Anda dengannya terjalin seperti sahabat.
Sebagai orangtua, Andalah yang berhak mengambil keputusan akhir tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan anak. Anda berhak mengetahui siapa saja temannya, di mana ia berada, dan apa yang sedang ia lakukan.

2. Berikan contoh yang baik.

Orangtua adalah yang pertama kali akan dicontoh anak di rumah. Jika ingin anak berperilaku baik, Anda juga harus melakukan hal yang sama. Jangan malah ikut-ikutan mengunduh video porno.

3. Pasang pengaman di komputer atau televisi.

Saat ini tersedia banyak software yang bisa digunakan untuk mencegah dibukanya situs-situs porno di internet atau saluran-saluran khusus dewasa di televisi. Pasanglah software itu di rumah sebagai pengamanan.

4. Kontrol “password” internet.

Jangan berlakukan sistem otomatis pada sambungan internet di rumah, melainkan terapkan sistem manual. Saat anak masih kecil, yang boleh mengetahui password ini hanya Anda dan suami. Ganti password secara teratur supaya keamanannya terjaga.

5. Letakkan komputer atau televisi di ruang publik.

Maksudnya, ruangan yang dipakai bersama-sama anggota keluarga lain, misalnya ruang keluarga. Dengan demikian, Anda bisa mengawasi apa saja yang sedang ditonton atau diakses anak.
Hindari memberikan komputer atau televisi pribadi sepanjang anak belum membutuhkannya. Namun, jika ia memilikinya, Anda harus mengetahui password komputer atau akun jaringan sosialnya supaya tetap bisa melakukan pengawasan terhadap anak.

6. Buat aturan soal internet.

Selain menentukan waktu pemakaian internet, tentukan juga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan internet. Poin-poin berikut ini, dari www.protectyourkids.info, bisa Anda terapkan padanya:
* Jangan pernah memberikan informasi pribadi di forum umum.
* Jangan membalas e-mail, obrolan, atau diskusi yang membuatnya merasa tidak nyaman.
* Jangan memberikan informasi atau foto kepada orang tak dikenal.
* Jangan memberikan password kepada orang lain, kecuali orangtua.
* Jangan klik link apa pun dari orang tak dikenal.
* Jangan langsung memercayai orang yang baru saja dikenal. Mereka bisa saja berbohong. Jadi, ia mesti selalu berhati-hati.
* Jangan mau diajak bertemu secara langsung oleh orang yang dikenal lewat internet.
* Jangan membeli barang apa pun atau memberikan informasi tentang kartu kredit tanpa seizin orangtua.
* Selalu beri tahu orangtua jika ada seseorang atau suatu hal di internet yang membuatnya tidak nyaman.
* Selalu ikuti aturan penggunaan internet dari orangtua.

7. Jangan berikan ponsel canggih.
Kalau anak memang membutuhkan pons
el, berikan ponsel yang paling sederhana, tanpa kamera, video, ataupun internet. Ponsel seperti itulah yang ia butuhkan saat ini. Katakan padanya bahwa fungsi utama ponsel adalah untuk berkomunikasi. Jika memerlukan internet, ia bisa gunakan komputer di rumah.

8
. Dampingi saat menonton televisi atau menggunakan internet, terutama untuk yang masih kecil.

Sebaiknya Anda yang memegang remote control-nya. Setiap kali muncul adegan yang kurang pantas, segera ganti salurannya dan tunjukkan ketidaksukaan Anda. Tujuannya agar anak menjadi terbiasa dan tahu bahwa yang seperti itu memang tidak pantas. Ia pun tak akan tertarik pada hal-hal semacam itu meskipun sedang tidak berada dalam pengawasan Anda. Lakukan tindakan yang sama pada media lain. Ketika ia sudah lebih besar, Anda bisa berdiskusi soal seks dan memberikan penjelasan lebih mendalam.

9. Sediakan waktu untuk keluarga.


Banyak orang mengakses pornografi karena merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan lain. Inilah sebabnya keluarga sebaiknya menghabiskan waktu bersama-sama, setidaknya sekali seminggu. Ajak anak ke taman, makan di luar, atau yang lainnya, supaya ia terhibur. Diskusikanlah dengannya supaya ia terhibur. Diskusikanlah dengannya mengenai kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bosan. Dengan demikian, ia tidak berpaling ke televisi atau internet untuk mencari hiburan.

10. Sertakan mereka dalam kegiatan bermanfaat.

Daftarkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Pilihan lain adalah bekerja sama dengan para orangtua di sekolah atau lingkungan rumah. Anda bisa menyediakan aktivitas kecil-kecilan untuk mereka, misalnya, mendirikan klub membaca atau melukis.

11. Periksa teman anak.

Bukan tidak mungkin anak mendapatkan materi pornografi dari temannya. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda cermat memilih dengan siapa ia bisa bergaul. Kalau tahu bahwa teman anak suka dengan hal-hal berbau pornografi, bicaralah dengan orangtua teman anak tersebut.
Sebagai sesama orangtua, katakan bahwa Anda menginginkan yang terbaik untuk masa depan kedua anak. Apabila cara ini tidak berhasil, jauhkan anak dari sang teman.

12. Libatkan diri dalam kegiatan akademis anak.

Cari tahu apa saja yang diajarkan dan yang sedang terjadi di sekolah. Anda bisa berbicara dengan wali kelasnya. Utarakan keprihatinan Anda tentang isu pornografi. Bekerja samalah dengannya beserta orangtua lain untuk mencegah murid-murid terekspos pada hal itu di sekolah. Contohnya, dengan memasang sistem pengaman pada komputer-komputer di sekolah.

13. Beri penjelasan secara baik-baik dan dengan tenang.


Jika anak ketahuan sedang melihat materi pornografi, jangan langsung marah. Tanyakan baik-baik alasannya. Berilah penjelasan mengapa hal itu tidak pantas untuknya.
(http://female.kompas.com)

Thursday, 28 July 2011

Asyiknya Berbisnis Online

Beberapa hari ini aku disibukkan dengan bisnis baruku, bisnis online.
Bisnis yang pada awalnya kulakukan sambil lalu, untuk mengisi kesibukan saat malam tiba dan aku sulit tidur. Tapi Alhamdulillah, sekarang perkembangannya semakin memuaskan. Satu per satu pesanan mulai mengalir, bahkan dari orang-orang yang belum mengenalku secara langsung. Terima kasih ya Allah, Kau buat mereka percaya padaku...

Bisnis online sangat cocok buat ibu-ibu rumah tangga. Yap, karena tak terikat tempat, waktu, bahkan bisa dilakukan sambil mengasuh anak-anak. Modalnya pun tak terlalu besar. Hanya komputer atau laptop plus sambungan internet. Untuk barang-barang yang dijual kita bisa bekerja sama dengan orang lain yang punya modal, kita tinggal menjualkan dengan meng-upload gambarnya ke internet, dan saat barang itu laku kita dapat komisi. Gampang kaaan?

Dibandingkan bisnis offline, bisnis ini menghemat banyak energi kita. Masih kuingat saat aku masih berjualan aneka camilan, bahkan nasi bungkus di kantor. Aku harus kulakan di pagi buta, membungkusnya sendiri (belum resiko direcoki anak-anak), dan menitipkannya dari warung ke warung. Kuhitung, saat itu ada 100 warung langgananku yang kutitipi camilan. Kebayang kan betapa ‘gempor’ kakiku berkeliling Jogja? Hasilnya lumayan sih, tapi capeknya minta ampuuun... Di samping bisnis online, aku juga asyik kirim tulisan ke majalah-majalah. Yah, itung-itung mengeluarkan beban pikiran agar bisa tersalurkan. Selain itu, pengen dakwah juga kecil-kecilan. Kalau banyak yang baca hasil karyaku dan kemudian terinspirasi, aku berharap dapat kucuran pahala dari Allah. Dan dapat tambahan uang belanja pula :)

Masih kuingat beberapa hari yang lalu, saat aku terkantuk-kantuk menemani anak-anak nonton kartun. Tiba-tiba dapat telpon dari Jakarta. Kaget juga, karena tak ada saudaraku yang tinggal disana. Ternyata dari redaksi majalah UMMI yang memberitahu tulisanku bakal dimuat. Horeee...hilang deh kantuknya, langsung ngacir ke kamar, nyalain laptop dan siap bikin tulisan lagi. Hihi...

Seperti bisnis online lainnya, menulis pun bisa kita lakukan tanpa mengganggu tugas-tugas domestik rumah tangga. Toh kita bisa melakukannya kapan saja, saat anak-anak sudah tidur, saat rehat di kantor, saat menemani anak-anak main, bahkan saat kita baru bangun tidur dan tiba-tiba ada ide yang nyangkut, kita bisa langsung menuliskannya. Sumber tulisan pun banyak sekali di sekitar kita. Kalau aku sih dari celetukan-celetukan anakku, protes mereka saat aku berbuat salah, atau saat mereka berebut dan berkelahi pun bisa jadi ide tulisan yang menarik. Atau saat kita ngobrol dengan teman-teman, coba kita tuliskan apa yang sudah kita bicarakan seharian, pasti deh langsung dapat berlembar-lembar halaman folio :)

Berita-berita di koran, majalah, TV, juga bisa menjadi sumber ide yang tak ada habisnya. Yang pasti, asal kita mau jeli melihat peluang, sebenarnya ide bertebaran dimana-mana. Kita tinggal mengolahnya dengan sedikit imajinasi, dibumbui sedikit nasehat dari oom Google, dan menyusun kata demi kata menjadi rangkaian kalimat yang menarik, jadilah sebuah tulisan yang bisa disulap menjadi uang^^

So, berbisnis online...siapa takut?!